• Header7
  • header1
  • header 4

Yonif RK 762/VYS
JL. Pramuka No. 1 Sorong Papua Barat

PANGDAM XVII/CENDERAWASIH OLAHRAGA BERSAMA PRAJURIT DAN PENS TNI AD SE-GARNIZUN SORONG

Pangdam XVII/Cend Mayjen TNI Hinsa Siburian melaksanakan olahraga bersama dengan prajurit dan PNS TNI AD se-Garnizun Sorong dihadiri oleh para Kasi Korem 171/PVT, para Komandan Satuan dan Ka Balak Aju jajaran Korem 171/PVT bertempat di lapangan Mako Yonif 752/VYS Jl. Basuki Rahmat KM. 10 Kelurahan Klawalu Distrik Sorong Timur Kota Sorong-Papua Barat. Selasa (19/4).

Sebelum pelaksanaan olahraga bersama, seluruh prajurit dan PNS TNI AD se-Garnizun Sorong menerima pengarahan dari Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian dimana Pangdam XVII/Cenderawasih memberikan rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh prajurit dan PNS TNI AD di jajaran Korem 171/PVT karena secara umum dapat bekerja dengan baik, profesional dan tidak membuat hal-hal yang melanggar disiplin. Selanjutnya Pangdam XVII/Cenderawasih memberikan penekanan kepada prajurit dan PNS TNI AD se-Garnizun Sorong dalam uraian 7 (tujuh) Perintah Harian Pangdam XVII/Cenderawasih yaitu :
1. Jangan coba-coba mengkonsumsi miras dan narkoba yang akan menghancurkan     dirimu dan keluargamu.
Seorang prajurit kalau sudah kena narkoba dan kerjanya melakukan miras sangat berbahaya. Karena miras dan narkoba yang diserang adalah saraf. Seorang prajurit yang mempunyai profesi yang sangat berbahaya kalau tidak dikendalikan dengan baik, karena membawa senjata, bisa dibayangkan seorang prajurit yang kena syaraf akibat narkoba dan miras akan membahayakan orang lain karena pastinya akan menembak kemana-mana. Masalah narkoba sudah menjadi masalah nasional, dimana Presiden dan Panglima TNI sudah memerintahkan untuk memerangi narkoba. Setiap prajurit harus selalu waspada bukan hanya diri pribadi melainkan keluarga juga, jangan sampai kena. Karena kalau sudah kena maka akan sangat merugikan baik secara ekonomi, keluarga dan pribadi akan hancur. Sebab ketika seorang prajurit tersangkut kasus narkoba, sudah pasti sanksinya adalah pemecatan dari dinas militer. Narkoba tidak mengenal status, jabatan, kepangkatan dan lain sebagainya, apakah ia seorang Dandim, Bupati, atau pejabat lainnya.
Demikian halnya dengan miras, dimana akibat miras mengalami laka lalin, melakukan KDRT, mudah tersinggung sehingga melakukan keributan dengan sesama aparat atau dengan masyarakat. Pada intinya jika menkonsumsi miras tidak mendapatkan untung, justru sebaliknya mengalami banyak kerugian. Itulah sebabnya mengapa masalah narkoba dan miras ini dijadikan perintah harian yang pertama. Diharapkan kepada prajurit dan PNS TNI AD se-Garnizun Sorong dapat mempedomani dan melaksanakan perintah Harian yang pertama ini. “Jangan coba-coba”.

2. Tingkatkan persaudaran dan kerjasama yang baik dengan anggota Polri sebagai sesama aparat dan rekan seperjuangan.
TNI dan Polri adalah bersaudara dan sesama aparat kenapa dikatakan saudara, karena yang pasti banyak dari prajurit dan PNS se-Garnizun Sorong ini mempunyai adik, kakak, orang tua dan anak seorang anggota Polri. Miliki kesadaran bahwa anggota Polri ini adalah rekan seperjuangan, karena bagaimana TNI dan Polri harus bersinergi melakukan tugas yang sama dalam melindungi dan mengayomi masyarakat. Jika terjadi hal-hal yang tidak dininginkan yang pasti itu adalah oknum, maka tidak perlu ditanggapi tetapi dilaporkan kepada pimpinannya. Karena TNI dan Polri adalah pilar NKRI.

3. Tingkatkan pembinaan kesehatan jasmani dan rohanimu.
Prajurit dan PNS TNI AD harus sehat jasmani dan rohani. Prajurit dan PNS yang sedang sakit untuk makan saja tidak merasakan yang namanya enak, apalagi dibawa kerja atau melaksanakan latihan. Selain itu sehat jasmani dan rohani merupakan kebahagian keluarga. Sehat rohani berkaitan dengan pembinaan mental dimana diharapkan setiap prajurit dan PNS dapat melaksanakan ajaran-ajaran agamanya dalam kehidupan sehari-hari dengan masyarakat maupun dalam pelaksanaan tugas. Segala sesuatu dalam hidup ini, sudah diatur oleh Tuhan. Harus disyukuri bahwa menjadi seorang prajurit dan PNS TNI bukan karena hebat dan gagah masing-masing, tetapi karena kehendak dan rencana dari Tuhan. Oleh karenanya laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, karena profesi yang dimiliki saat ini bukan dipertanggungjawabkan kepada Komandan atau pimpinan, tetapi kepada Tuhan yang mengijinkan menjadi seorang prajurit dan PNS TNI AD.

4. Tingkatkan pengamanan personel, materil, kegiatan dan pangkalan.
Setiap prajurit dalam melaksanakan kegiatan yang harus diperhatian yang pertama adalah tindakan pengamanan, baik personil, materil, kegiatan dan pangkalan. Hal ini dilakukan karena jika tidak aman maka akan membawa dampak yang tidak baik. Oleh karenanya masalah pengamanan ini harus melekat karena itu merupakan ciri hasnya seorang prajurit. Seorang prajurit identik dengan keamanan dan pengamanan, bagai mana seorang prajurit mengamankan orang lain jika dirinya sendiri tidak aman. Tugas pokok prajurit adalah melindungi masyarakat, mengamankan NKRI. Untuk itu dimanapun berada dan bertugas, apapun kegiatan yang dilakukan dan perlengkapan yang digunakan harus selalu memperhatikan tindakan pengamanan.

5. Laksanakan setiap tugas secara professional.
Profesional artinya mencintai, menguasai profesi dan pekerjaan yang digeluti. Bagi kita sebagai seorang prajurit dan PNS TNI AD yang pertama berarti harus mencintai profesi kita sebagai seorang prajurit dan PNS TNI AD. Yang kedua profesional berarti kualifait, mahir, dan menguasai profesi tersebut dalam bidang tugasnya. Jika seorang prajurit dalam jabatan sebagai penembak 1, maka ia harus menguasai dan mahir dalam bidang menembak. Jika seorang PNS sebagai juru tulis, maka ia harus menguasai bidangnya dalam urusan menulis dan mengetik. Semuanya dalam fungsi dan jabatan masing-masing harus mencintai dan menguasai serta mahir dalam bidangnya. Oleh karenanya memiliki profesional harus dilalui dengan belajar dan berlatih.

6. Tingkatkan toleransi dan persaudaraan antar umat beragama, serta hormati budaya masyarakat Papua.
Negara kita adalah negara kesatuan dan jati diri kita adalah Tentara rakyat, Tentara pejuang dan Tentara Nasional.  Kenapa disebut Tentara Nasional, karena tergabung dari berbagai elemen, tidak bersifat kedaerahan yang tidak mementingkan golongan, tidak mementikan pribadi tetapi mementingkan kepentingan negara. Negara kita adalah negara kesatuan, karena terdiri dari berbagai suku, pulau, ras, bahasa dan agama. Oleh karenanya prajurit dan PNS TNI AD berada di wadah tersebut sehingga harus bertoleransi. Kekuatan bangsa Indonesia berada pada Pancasilanya, pada persatuannya. Prajurit TNI dan Polri adalah merupakan zat perekat persatuan dan kesatuan nasional itu. Untuk itu sebagai zat perekat persatuan dan kesatuan nasional, diharapkan prajurit dan PNS dapat menjadi contoh dan tauladan dalam hal toleransi.

7. Jadilah Ksatria pelindung rakyat sejati yang menjadi perekat persatuan dan kesatuan nasional.
Kesatria Pelindung Rakyat, karena kekuatan kita adalah kemanunggalan TNI dengan Rakyat, dimana prajurit sebagai pelindung rakyat. Dikatakan pelindung berarti apabila prajurit berada ditengah-tengah rakyat, diharapkan rakyat itu merasa senang dan tentram, bukan sebaliknya dengan adanya prajurit ditengah rakyat, membuat rakyat merasa ketakutan dan menderita. Oleh karena itu jangan sekali-kali menakuti dan menyakiti hati rakyat. Itulah yang diharapkan dari prajurit dan PNS Kodam XVII/Cenderawasih. Inilah ketujuh Perintah yang disamapikan oleh Pangdam XVII/Cenderawasih kepada prajurit dan PNS TNI AD se-Garnizun Sorong, bukan hanya duhafalkan melainkan diaplikasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dimanapun bertugas dan berada. (Penrem 171/PVT).

 

Info Khusus Parajurit

Login Form